Teknologi Pertelevisian Digital Masa Kini

March 13, 2015 in Uncategorized

Bicara tentang topik kita kali ini yaitu TV Digital atau dalam bahasa Inggris nya Digital Television disingkat menjadi DTV, sebenarnya apa TV Digital itu sendiri dan perkembangannya saat ini, nah ini yang akan menjadi pembahasan kita saat ini. Mungkin beberapa dari kita mendengar kabar bahwa siaran TV di negeri kita akan dialihkan dari TV Analog menjadi TV Digital .

TV Digital atau DTV adalah  jenis televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal gambar suara, dan data ke pesawat televisi. TV Digital proses pengiriman sinyal yang dikirimkan yaitu sinyal digital atau siaran digital (Digital Broadcasting). DTV mengirimkan data dalam bentuk bit sama halnya dengan komputer. Pada teknologi ini, penonton akan melihat siaran atau tidak dapat melihat siaran karena bentuk digital itu sendiri yaitu 1 atau 0 artinya 1 ada dan 0 tidak ada (konsep sinyal digital itu sendiri). Sehingga kita tidak akan lagi melihat siaran dengan kualitas yang tidak bagus karena jarak ke pemancar atau adanya gangguan cuaca seperti yang kita alami selama menggunakan TV analog. Pada kenyataannya, memang siaran digital mempunyai banyak kelebihan dibandingkan dengan analog seperti kualitas gambar yang lebih baik dan konsisten, banyaknya data yang bisa dikirim serta berbagai macam data  bisa kita kirim.Sinyal yang dikirim melalui siaran digital tidak akan bermasalah seperti analog. Jika pada analog, semakin jauh dari pemancar maka sinyal akan lemah yang berakibat pada kualitas gambar. Berbeda dengan digital, selama TV bisa menerima sinyal (walaupun lemah), TV Digital akan tetap menghasilkan kualitas gambar yang bagus

TV Digital dapat memancarkan siaran dengan kualitas gambar yang lebih bagus, dan ruang ekstra yang tidak digunakan oleh sinyal TV dapat digunakan untuk video tambahan, audio dan sinyal teks. Hal ini menyebabkan siaran dapat ditayangkan dengan berbagai fitur tambahan seperti suara surround, audio dalam beberapa Bahasa, layanan teks, dan lain-lain, dengan bandwidth yang sama seperti sinyal TV analog. Kelebihan lainnya adalah kemampuan menayangkan sinyal HDTV, dan kemampuan menayangkan siaran dalam format widescreen yang sebenarnya (true) yaitu berukuran 16×9, sehingga bentuk gambar akan lebih menyerupai bentuk tayangan pada film layar lebar di bioskop.

Dalam siaran televisi digital, satu slot yang dipakai oleh televisi analog kini dapat digunakan oleh 6 hingga 8 saluran televisi sekaligus. Saat ini terdapat tiga standar sistem pemancar televisi digital di dunia, yaitu televisi digital (DTV) di Amerika, penyiaran video digital terestrial (DVB-T) di Eropa, dan layanan penyediaan digital terestrial terintegrasi (ISDB-T) di Jepang. Semua standar sistem pemancar digital berbasiskan sistem pengkodean OFDM dengan kode suara MPEG-2 untuk ISDB-T dan DTV serta kode suara MPEG-1 untuk DVB-T.

Perkembangan TV Digital di Indonesia

Pada awalnya, sesuai Permen No.27/P/M.Kominfo/8/2008 tentang uji coba lapangan penyelenggaraan siaran televisi digital di mana teknologi digital yang akan digunakan adalah sistem siaran Digital Video Broadcasting Terrestrial (DVB-T). Berdasarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Nomor 07/P/M.Kominfo/3/2007 tanggal 21 Maret 2007 tentang Standar Penyiaran Digital Terestrial untuk Televisi Tidak Bergerak di Indonesia, telah ditetapkan standar penyiaran digital terestrial untuk Televisi tidak bergerak di Indonesia yaitu Digital Video Broadcasting-Terrestrial (DVB-T). Mulanya, standar DVB-T sebagai standar penyiaran televisi digital teresterial  dipilih disebabkan sistem ini dipandang paling menguntungkan karena menawarkan beberapa kelebihan. Dibandingkan dengan sistem ATSC (Advanced Tel evision Sistem Comittee) yang mengembangkan standar single carrier 8-VSB (8-level vestigial side-band) dan dipakai di negara Amerika Serikat, Kanada dan Argentina, Sistem standar ISDB-T (integrated serviced digital broadcasting), juga teknologi T-DMB (terrestrial digital mobile broadcasting) dari Korea dan DMB-T (digital mobile broadcasting terrestrial) dari China, standar DVB-T diyakini mampu memberikan solusi efisiensi bandwidth dengan teknologimultiplexing.

Jika diuraikan lebih lanjut, alokasi kanal frekuensi untuk layanan TV digital penerimaan tetap free-to-air DVB-T di Indonesia adalah pada band IV dan V UHF, yaitu kanal 28 – 45 (total 18 kanal) dengan lebar pita masing– masing kanal adalah 8 MHz. Namun, setiap wilayah layanan diberikan jatah hanya 6 kanal, karena 12 kanal lain digunakan di wilayah-wilayah layanan sekitarnya (pola reuse 3 grup kanal frekuensi).

Sedangkan alokasi kanal frekuensi untuk layanan radio digital penerimaan tetap free-to-airT-DAB di Indonesia adalah pada band III VHF, yaitu kanal 5-10 (total 6 kanal) dengan lebar pita masing–masing kanal adalah 7 MHz. Namun, setiap wilayah layanan diberikan jatah hanya 2 kanal, karena 4 kanal lain digunakan di wilayah–wilayah layanan sekitarnya (pola reuse 3 grup kanal frekuensi).

Setiap kanal frekuensi selebar 8 MHz (band IV dan V UHF) dapat digunakan untuk membawa 6 program siaran TV dan pada frekuensi  selebar 7 MHz (band III VHF), dapat membawa 28 program siaran radio. Program siaran TV dan siaran radio ditempatkan dalam slot yang merupakan bagian dari kanal.

Dengan demikian, pada 1 wilayah layanan hanya akan ada 1 menara pemancar utama yang digunakan secara bersama oleh semua penyelenggara infrastruktur penyiaran digital di wilayah tersebut, ditambah dengan menara– menara tambahan di daerah–daerah yang kualitas penerimaannya kurang baik serta menara–menara yang bertindak sebagai gap filler.

Dalam perkembangan selanjutnya, teknologi yang dipilih Pemerintah adalah  DVB-T2. Pemilihan DVB-T2 ini berdasarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5/P/Men.Kominfo/2/2012 tentang Standar Penyiaran Televisi Digital Terestrial Penerimaan Tetap Tidak berbayar (Free to Air). Ketentuan ini tertuang dalam pasal (1) yang berbunyi:

Standar penyiaran televisi digital terestrial penerimaan tetap tidak berbayar (free to air) yang ditetapkan di Indonesia adalah Digital Video Broadcasting–Terestrial Second Generation (DVB-T2).

Transisi TV Analog ke TV Digital 

Transisi dari sistem TV analog ke TV Digital tidak mudah, diperlukan pergantian perangkat pemancar dan penerima siaran televisi. Pesawat TV digital sendiri dibutuhkan untuk dapat menerima siaran TV digital, walaupun pesawat TV analog dapat digunakan dengan menambahkan perangkat yang dinamakan STB (Set Top Box) untuk dapat mengkonversikan sinyal digital yang diterima menjadi sinyal analog, namun di kemudian hari ini kemungkinan akan dirasakan tidak efisien.

Bagi operator televisi sendiri, kerugian akan terjadi dalam biaya membangun infrastruktur TV Digital terestrial yang relatif jauh lebih mahal ketimbang membangun infrastruktur TV Analog.

Sumber :

  • Modul 5 Pengantar Multimedia (Video)
  • https://bincangmedia.wordpress.com/2012/12/30/sekilas-tentang-standardisasi-televisi-digital/
  • http://portal.paseban.com/review/119342/televisi-digital
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Televisi_digital
  • http://nickyhaeriani.blog.com/tv-digital-vs-tv-analog/

 

Efek Background BW Dengan Teknik Masking Pada Photoshop

February 28, 2015 in Photoshop

Masking sangat berperan penting dalam teknik pengolahan foto, kelebihannya adalah kita tidak perlu menghapus bagian foto tapi cukup dengan yang disebut dengan “tempel-menempel”.

Kali ini saya akan mencoba mempraktekkan teknik masking yaitu membuat background pada foto menjadi BW (Black and White). Disini software editor yang saya gunakan adalah Adobe Photoshop kebetulan CS 6 :) .

mask

Berikut langkah-langkahnya :

Pertama siapkan foto yang akan kita edit di Photoshop. Duplikat layer dengan CTRL+J hingga muncul layer 1IMG_1121

fb

Selanjutnya pilih menu Image > Adjustment > Black and White, atur presetnya sesuai dengan keinginan

adjustment

Hasilnya seperti di bawah ini.preset

Sekarang bagian intinya yaitu Masking,Untuk memudahkan proses Masking pada foto kita gunakan Selection Tool pada bagian foto yang akan diberi warna lalu pilih menu Select > Inverse untuk merubah bagian yang sudah diseleksi menjadi bagian background yang diseleksi.

selection

 

Yang paling penting dalam melakukan masking adalah Add Vector Mask, jangan lupa atur warna foreground dan background menjadi hitam putih seperti gambar dibawah.

fbMaka Hasil nya akan seperti dibawah ini.

hasilDemikian teknik masking dari saya, semoga bermanfaat. Mohon maaf bila ada kesalaha :)

 

 

 

Selamat Menulis

February 28, 2015 in Uncategorized

Selamat Datang di Dunia Blog, dan selamat menulis…

Pengelola blog kembali mengingatkan akan peraturan pemakaian Blog Universitas Widyatama Bandung adalah sebagai berikut :

  1. Blog ini merupakan milik Universitas Widyatama termasuk didalamnya seluruh sub domain yang digunakan sehingga apa yang terdapat didalam blog ini secara umum akan mengikuti aturan dan kode etik yang ada di Universitas Widyatama Bandung.
  2. Blog ini dibuat dengan menggunakan aplikasi pihak ke tiga (WordPress), dan lisensi plugin plugin didalamnya terikat terhadap developer pembuat plugin tersebut.
  3. Blog ini dapat digunakan oleh Karyawan, Dosen dan Mahasiswa Universitas Widyatama Bandung.
  4. Dilarang melakukan registrasi username atau site/subdomain blog dengan menggunakan kata yang tidak pantas.
  5. Dilarang memasukkan konten dengan unsur SARA, pornografi, pelecehan terhadap seseorang ataupun sebuah institusi.
  6. Dilarang menggunakan blog ini untuk melakukan transaksi elektronik dan pemasangan iklan.
  7. Usahakan sebisa mungkin untuk melakukan embed video atau gambar di bandingkan dengan melakukan upload secara langsung pada server.
  8. Pelanggaran yang dilakukan akan dikenakan sanksi penutupan blog dan atau sanksi yang berlaku pada aturan Universitas Widyatama sesuai dengan jenis pelanggaran yang dilakukan.
  9. Administrator berhak melakukan pembekuan account tanpa pemberitahuan terlebih dahulu jika dianggap ada hal hal yang melanggar peraturan.
  10. Aturan yang ada dapat berubah sewaktu waktu.

Beberapa Link terkait Universitas Widyatama

  1. Fakultas Ekonomi - http://ekonomi.widyatama.ac.id
  2. Fakultas Bisnis & Manajemen – http://manajemen.widyatama.ac.id
  3. Fakultas Teknik – http://teknik.widyatama.ac.id
  4. Fakultas Desain Komunikasi Visual – http://dkv.widyatama.ac.id
  5. Fakultas Bahasa – http://bahasa.widyatama.ac.id

Layanan Digital Universitas Widyatama

  1. Biro Akademik – http://akademik.widyatama.ac.id
  2. Rooster Kuliah – http://rooster.widyatama.ac.id
  3. Portal Mahasiswa – http://mhs.widyatama.ac.id
  4. Portal Dosen – http://dosen.widyatama.ac.id
  5. Digital Library – http://dlib.widyatama.ac.id
  6. eLearning Portal – http://learn.widyatama.ac.id
  7. Dspace Repository – http://repository.widyatama.ac.id
  8. Blog Civitas UTama – http://blog.widyatama.ac.id
  9. Email – http://email.widyatama.ac.id
  10. Penerimaan Mahasiswa Baru – http://pmb.widyatama.ac.id/online

Partner UTama

  1. Putra International College – http://www.iputra.edu.my
  2. Troy University – http://www.troy.edu
  3. Aix Marsielle Universite – http://www.univ-amu.fr
  4. IAU – http://www.iau-aiu.net/content/institutions#Indonesia
  5. TUV – http://www.certipedia.com/quality_marks/9105018530?locale=en
  6. Microsoft – https://mspartner.microsoft.com/en/id/Pages/index.aspx
  7. Cisco – http://www.cisco.com/web/ID/index.html
  8. SAP – http://www.sap.com/asia/index.epx
  9. SEAAIR – http://www.seaair.au.edu

Academic Research Publication

  1. Microsoft Academic  -  http://academic.research.microsoft.com/Organization/19057/universitas-widyatama?query=universitas%20widyatama
  2. Google Scholar – http://scholar.google.com/scholar?hl=en&q=Universitas+Widyatama&btnG=

Info Web Rangking

  1. Webometric – http://www.webometrics.info/en/detalles/widyatama.ac.id
  2. 4ICU – http://www.4icu.org/reviews/10219.html